Skip to content

7 Sabda Terakhir Yesus

15 Maret 2012

7 Sabda Terakhir Yesus

 

7sabda_.JPG


Renungan 7 Sabda sabda Yesus terakhir hidupnya,

1. “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (lukas 23:24)

2. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43)

3. “Wanita (ibu), inilah anakmu!” “Inilah ibumu!” (Yohanes 19:26-27)
4. “Eli, Eli, lema sabachtani?” Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46)

5. “Aku haus!” (Yohanes 19:28)

6. “Sudah selesai!” (Yohanes 19:30)

7. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46)

 Pendahuluan:

7 Sabda sabda Yesus terakhir memberi keterangan penderitaan Yesus dan bagaimana kita boleh ikut untuk lebih dekat sama Tuhan: barisan yang pertama (1,2 dan 3), dan jalan yang diikuti Yesus untuk memungkinkan itu, karena hidup bersama kita: barisan kedua (4,5 dan 7).
No 6 merangkum semua.

3 pengarang Injil sebaiknya siap dibuka.
Setiap pengarang injil mempunyai variasi.
Dengan merenungkan semua sabda dapat kita suatu gambaran apa yang terjadi pada hari Jumat 7 april tahun 30.

Inti:

A. Kaitan: dari arah Tuhan
Ketiga sabda pertama memperlihatkan kita (fokus) dari arah, pandangan dari Tuhan. Apa yang dialami Yesus adalah pengalaman sebagai manusia. Ia “sama” sederajat kita (sebagai manusia).

B. Penyerahan: Jalan Yesus
Kata kata ini diucapkan dari pandangan manusia terhadap Tuhan. Jalan seorang yang ditinggalkan Tuhan karena berdosa; kata kata ini menggambarkan Yesus yang ditinggalkan Tuhan Allah karena Yesus mengganti kita umat manusia.

C. Sabda yang menyatukan (merangkum)
1. Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (lukas 23:24)
Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Sebuah doa pengampunan yang ditujukan kepada Bapa , seperti uluran tangan yang siap. Tangan manusia yang mencerminkan hutang dosa terhadap yang memberi rahmat. Sebuah tangan gelap.
Tawaran..terima atau tidak?
Disini Yesus mohon ampun untuk orang yang membunuhNya – dan saya tahu bahwa doa itu juga berlaku untuk yang lain yang menolak Yesus yang tidak tahu apa yang mereka lakukan. Dalam doa ini juga muncul hutang dosa, karena seandainya tidak ada hutang doa ini tidak mungkin diucapkan.

2. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43)
Sebuah tangan yang diulurkan kepada yang terima rahmat, yaitu janji bahwa akan bersama sama Yeus didalam firdaus. Sebuah tangan yang terang dibelakangnya gelap. Harapan si jahat gelap sekali. Seringkali orang itu disebut pembunuh yang “baik”. Itu salah karena dalam dirinya tidak ada sesuatu yang baik. Ia tahu sendiri bahwa ia dihukum, dia sama jahat seperti temannya. Ternyata ia tidak keras kepala, karena tahu siapa yang disalibkan disamping dia. Ia sadar bahwa dia salah dan minta kepada Yesus ampun. Ia dapat ampun dan dijanjikan Yesus akan bersamaNya di Firdaus.

Kadang menjadi alasan kita untuk menunda pilihan untuk Tuhan, karena pada titik terakhir masih ada kesempatan untuk bertobat. Memang begitu. Tetapi ingat bahwa pembunuh yang lain begitu keras dalam hidup dan pilihannya sehingga tidak sanggup melihat siapa yang di sampingnya di salib… untuk dia tidak ada janji keselamatan abadi.

3. “Wanita (ibu), inilah anakmu!” “Inilah ibumu!” (Yohanes 19:26-27)
Waktu Yesus melihat ibu dan murid yang disayangi ia katakan sama ibu:”inilah anakmu” kemudian sama murid: “Inilah ibumu”

Di bawa salib dekat kaki Yesus berdiri familiNya. Supaya kita mengenal Yesus dalam sesama kita manusia. Dengan kata lain: menjadi kaki dan tangan Yesus di dunia.

Kalau kita sebagai manusia sudah pilih untuk memihak Yesus, kita diberikan oleh Yesus tugas untuk memberi diri kepada sesama, untuk menolong sesama. Dan melakukan apa yang harus dilaksanakan di dunia ini: yaitu menjadi tangan dan kaki Yesus. Itu digambarkan dalam Yesus di salib dengan dua orang di bawa salib yang menyalami sesama. Ada yang melihat simbolis sebagai suatu jangkar. Orang yang mengenal Yesus adalah jangkar surga di dunia. Seperti kita mempunyai jangkar harapan akan Tuhan di surga dimana Yesus berada. Harapan Tuhan adalah persaudaraan kita di dunia.

Kesimpulan:

Dari Tuhan ada 3 langkah yang harus kita ikut untuk kembali kepadaNya:

1) ada hutang yang harus dihapuskan, dan penghapusan dosa sudah siap – Yesus mendoakannya.

2) Kalau terima tawaran itu, Yesus terima anda dan anda boleh bersama dia dalam Firdaus.

3) Kalau terima Yesus anda diberikan kepada sesama, untuk hidup bersama Dia

4. “Eli, Eli, lama sabachtani?” Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46)

Sekitar jam sembilan Yesus berteriak: Eli, Eli, lama sabachtani? Tuhan, Tuhan mengapa Engkau tinggalkan daku. Suatu teriakan dari seorang yang ditinggalkan Tuhan, yang dialami Yesus di kayu salib…pengalaman kita.

Untuk pertama dan sekali saja Ia pisah dari Tuhan karena memikul dosa. Dosa tidak mungkin dekat Tuhan. Oleh karena Yesus memikul dosa kita, maka harus ditinggalkan Tuhan. Yesus tahu apa itu perasaan terpisah dari Tuhan.

Tadi saya mengemukakan bahwa sabda sabda Yesus ada pengalaman Dia (dan kita) bagaimana jalan ke Tuhan. Kalau sadar akan hal bahwa kita tidak mungkin sendiri sampai Tuhan dan kalau itu diteriakkan, itulah yang diteriaki Yesus. kebencian, kekerasan, penderitaan, lepas dari arah, lepas dari Tuhan. Ia mau solider dengan kita.

5. “Aku haus!” (Yohanes 19:28)
Haus yang luarbiasa. Yang menciptakan lautan dengan segala isinya dan kehidupan, haus dan meninggal…… supaya haus kita akan Tuhan hilang.

Kalau kita sadar bahwa kita terpisah dari Tuhan ada pilihan: biarkan atau tidak biarkan. Kalau kita mau dekat Tuhan kita se-akan akan haus. Haus akan Tuhan. Haus akan air supaya dapat hidup. Disini digambarkan seorang yang teriak akan haus. Yesus yang kering yang didera, dipukuli, disalibkan teriak : aku haus

kita lewat sebentar

6. “Sudah selesai!” (Yohanes 19:30)

7. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46) 
Siapa yang memberi hidup, yang memberi nafas kepada kita, menghembuskan nafasNya. Rela memberi nafas untuk kita agar kita dapat hidup, agar kita menang bersama Dia.

Bapa, Putera dan Roh bersatu dalam kematian Yesus. Yesus memberi kembali RohNya kepada Bapa. Tiga titik, tiga garis…yang memgambarkan paku, garis yang disalibkan. Seperti Yesus mulai lepas dari salib. Salib mempunyai garis dari atas ke bawa. Garis dari kiri ke kanan.. Horizontal dan vertikal. Dibelakang ada Roh, (merpati,) ….. yang memberi hidup kembali.

Kesimpulan:

1) Kita harus sadar bahwa kita kehilangan Tuhan. Demi kita Yesus juga kehilangan Tuhan.

2) Kita haus kepada Tuhan, suatu pengalaman Yesuspun.

3) Kita dapat memberi diri sendiri kepada Tuhan, seperti Yesus buat. Ia memungkinkan untuk membuat yang sama. Dengan tawaran Rahmat yang akan kita terima kita kembalikan dosa sehingga Tuhan dapat ikut bersama di jalan kita. Kita diberi Rahmat.

Sabda terakhir Yesus mulai dan menutup dengan doa kepada Bapa.

6. “Sudah selesai!” (Yohanes 19:30)
Sabda ke 6 mempersatukan atau merangkum:

Janji Tuhan akan mengampuni menjadi nyata, kongkrit. “Engkau akan menyertai Saya di Firdaus” Karna sudah dilaksanakan diatas salib menjadi kongkrit, bahwa kita dapat pengampunan.

· Manusia yang haus akan Tuhan, bisa menyerahkan diri kepada Tuhan, bisa dekat dengan Tuhan “karena sudah selesai”

· Dunia ini, sebenarnya sempurna sejak awal, oleh dosa Adam dirusak…! Allah sendiri, Penciptanya dihias dengan kalung dari duri.

· Semua sabda dan janji tentang Juruselamat menjadi benar.

· Kalau sadar bahwa sudah dibayar!!! dan berlaku untuk saya, maka sabda “sudah selesai!” berlaku untuk saya.

7 Sabda terakhir ada parallel dengan 7 hari penciptaan (Kitab kejadian).

Penciptaan dan Salib: penciptaan ulang (Kol 1:15 dan 18) 2×3 hari + 1:

Penciptaan: 3 hari penciptaan agar dapat ruang hidup
Salib: 3 sabda: agar dapat ruang hidup – Tuhan dengan kita orang berdosa, seorang “pembunuh” dengan Tuhan, dan Tuhan beserta kita bersama.

Penciptaan: 3 hari penciptaan untuk mengisi ruang hidup
Salib: 3 sabda: penyerahan, haus, kedalam bapa aku serahkan Roh (Fil. 2,6)

Penciptaan: 1 hari istirahat
Salib: 1 sabda penutup (sudah selesai, 1, 2,3 dan 4, 5 dan 7 disatukan.

Kol.1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

Fil. 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib

Beberapa catatan:

1) Sabda Yesus terakhir dalam musik

· Die sieben Worte Jesu Christi am Kreuz (SWV 478) untuk solo, kor 5 suara dan instrumen (1645) dari Heinrich Schütz

· 7 Lezte Worte Jesu Am Kreuz, Joseph Haydn

· Sieben Worte voor cello, bajan dan gesek (1982), dari Sofia Goebaidoelina

2) Sabda Yesus terakhir dalam Kitab Suci

Mattheüs 27: 27-56 Bahasa Ibrani
Marcus 15: 16-39 Bahasa Aram cfr. Mazmur 22,1
Lucas 23: 26-56
Yohanes 19:16-42

3) Hari Yesus meninggal 
Jesus meninggal jumat, 15 Nisan (Perjamuan terakhir 14 Nisan)

4) Passio Yesus: kematianNya
Yesus memikul salib sendiri ke tempat eksekusi. Simon dari Cyrene dipaksa untuk membantu Yesus yang sudah terluka parah. Dalam perjalanan Yesus sempat bicara sama para wanita yang menanggis. Ia dipaku pada kayu salib. Keterangan hukuman diberikan dalam tulisan diatas kepalanya. Di salib Yesus memngucapkan Sabda terakhir. Matahari tiba tiba menjadi gelap, ada gempa dan kain di bait Allah terbelah. Seorang centurion dari tentara Romawi memberi kesaksian. Mayatnya diambil dari salib oleh Joseph dari Arimathea dan Nicodemus, kemudian dikuburkan dalam kuburan baru dari Joseph, sebelum hari Sabbath.

5) The Passion of the Christ, yang disutradarai oleh Mel Gibson, menggambarkan 12 jam terakhir hidup Yesus Kristus.
Di samping Injil dalam Perjanjian Baru tulisan Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, Mel Gibson dan Ben Fitzgerald menulis naskahnya dari beberapa sumber lain, termasuk “The City of God”, tulisan Venerabilis Maria dari Agreda (1602-1665, mistikus dan visioner) dan secara bebas menyadur catatan harian Beata Anna Katharina Emmerick (1774-1824, mistikus, stigmatis, visioner, dan nabi) dalam “The Dolorous Passion of Our Lord Jesus Christ”.
Mel Gibson: “Jalan Salib adalah sengsara Kristus demi umat manusia, demi menebus dosa-dosa kita, demi membawa kita kembali kepada Allah; dan Kasih yang melakukan semuanya.”

Passio (bukan “sengsara” saja) mengandung arti:
cinta yang sangat kuat, (yang mendorong orang untuk rela berkorban/menderita) keinginan dan semangat yang amat besar, hasrat yang berkobar-kobar

Saat ini “dunia” sudah mengalami komplikasi. Dengan mudah kita bisa melihat sekitar kita dan mengetahui apa yang terjadi. Lalu lintas yang macet, kecelakaan, bencana alam, kehidupan para selebriti, pemakaian narkotika, aborsi, dan banyak lagi kelemahan kelemahan manusia yang lain di berbagai penjuru planet ini. Orang mencari sesuatu untuk mereka jadikan pegangan. Mereka mencari sesuatu yang mereka bisa menyentuhnya, merasakannya. Mereka mencari-cari program kehidupan, jalan keselamatan yang eksisten. Tetapi, Tuhan tidak bisa dijumpai pada jalan seperti ini. Tuhan kadang bersembunyi melalui kedekatanNya dengan kita. Kita bisa berjalan disampingNya seperti Emmaus, tanpa mengetahui keberadaan-Nya, kedekatan-Nya, sebab kita telah dikuasai atau terbuai dengan hal duniawi, material, kebahagian yang semu, atau malah kita memiliki segalanya tanpa berbagi rahmat dengan yang lain. Itulah mengapa, kadang damai begitu jauh rasanya untuk digapai. Kita mencari sesuatu diluar yang kita bisa dan punyai, sesuatu yang tersembunyi. Kita jatuh dalam tidur yang panjang dan nyenyak. Kita perlu bangun, berjaga, dan menyalakan lampu kita, cahaya kita, cahaya kebenaran dalam kegelapan, untuk menyambut-Nya. Kita telah banyak membuang waktu untuk mengerjakan banyak hal. SIBUK, adalah alasan yang banyak dipakai untuk tidak menjadi dekat dengan Tuhan. Mungkin saat Puasa ini adalah saat yang tepat buat kita untuk berintropeksi, berefleksi pada diri kita sendiri, bertanya pada hati kecil kita terdalam, sudahkah kita bahagia??? Kemanakah tujuan hidup kita didunia ini? Yesus mengajarkan kita berdoa, agar kita tidak jatuh dalam percobaan, dan untuk tidak pernah lupa, bahwa setan bagaimanapun juga akan selalu berusaha merusak hubungan baik kita dengan Yang teramat sangat mencintai kita. Mendekatlah kepada-Nya, dan Dia akan mendekat pula pada kita. Berjaga jagalah, dan bersiaplah setiap saat, kosongkan dirimu, dan biarkan Dia memenuhimu, dalam hidup ini. Tuhan memberkati.

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: