Skip to content

PARU-PARU MANUSIA

15 Maret 2012

PARU-PARU

Romaldo Neves

Pengertian Paru-Paru (Pulmo)

Image

Paru-paru adalah salah satu organ sistem pernapasan yang berada di dalam kantong yang dibentuk oleh pleura pariestaslis dan pleura viseralis. Kedua paru-paru sangat lunak, elastis, sifatnya ringan terapung di dalam air, dan berada dalam rongga torak. Jika dibentangkan luas permukaannya ± 90 m2. Banyaknya gelembung paru-paru. Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli). Gelembung alveoli terdiri dari sel-sel epitel dan endotel kurang lebih 700 juta buah. 

Setiap saat kita bernapas tanpa kita sadari. Bayangkan saja setiap menit kita akan bernapas sekitar 15 ampai 25 kali permenit dengan memompakan udara setiap hari sekitar 8.000 – 9.000 liter udara per hari.

Paru-paru berwarna biru keabu-abuan dan berbintik-bintik karena adanya partikel debu yang masuk dimakan oleh fagosit. Hal ini terlihat nyata pada pekerja tambang. Paru-paru terletak di samping mediastinum dan melekat pada perantaraan radiks pulmonalis yang satu sama lainnya dipisahkan oleh jantung, pembuluh darah besar, dan struktur lain dalam mediastinum.

Masing-masing paru-paru mempunyai apeks yang tumpul dan menjorok ke atas kira-kira 2,5 cm di atas klavikula. Fasies kostalis yang berbentuk konveks berhubungan dengan dinding dada sedangkan fasies mediastinalis yang berbentuk konkaf membentuk perikardium. Pada pertengahan permukaan paru kiri terdapat hilus pulmonalis yaitu lekukan di mana bronkus, pembuluh darah, dan saraf masuk ke paru-paru membentuk radiks pulmonalis.  

Paru-paru terletak di rongga dada di atas sekat diafragma. Paru-paru terbungkus oleh selaput paru-paru (pleura). Jika pleura ini terkena radang, penyakitnya disebut pleuritis. Paru-paru manusia terbagi menjadi dua bagian, sebelah kanan memiliki tiga gelambir dan sebelah kiri kiri memeliki dua gelambir. Di dalam paru-paru terdapat gelembung halus yang disebut alveolus. Dinding alveolus mengandung kapiler darah, pada aveolus inilah terjadi pertukaran antara O2 dan CO2.

Paru-paru manusia memiliki volume ± 5-6 liter. Daya tampung paru-paru terhadap udara pernapasan disebut kapasitas total paru-paru.

Udara yang masuk dan keluar pada proses pernapasan dibedakan menjadi:

  1. Udara pernapasan (udara tidal : tidal volume) adalah volume udara yang keluar dan masuk pada pernapasan biasa, sebanyak 500 cc (masih ada sisa ± 2500 cc di dalam paru-paru).
  2. Udara komplementer adalah udara yang masih dapat dihirup lagi dengan inspirasi maksimum, setelah inpirasi biasa. Volume udara komplementer sebanyak 1500 cc.
  3. Udara cadangan (udara suplementer) adalah udara yang dapat dikembangkan lagi pada ekspirasi maksimum. Volume udara cadangan sebanyak 1500 cc.
  4. Udara residu (udara sisa adalah udara yang tidak dapat dihembuskan lagi, menetap di dalam paru-paru. Volume udara residu : 1000 cc.

Anatomi Paru-paru
Bagian-bagian utama paru-paru adalah alveoli, trachea, diapragm, bronchi, dan bronchioles.
Trachea atau batang tenggorokan berupa pipa tempat lalunya udara. Udara yang dihirup dari hidung dan mulut akan ditarik ke trachea menuju paru-paru.
Bronchi merupakan batang yang menghubungkan paru-paru kanan dan kiri dengan trachea. Udara dari trachea akan di bawa keparu-paru lewat batang ini.
Bronchioles merupakan cabang-cabang dari bronchi berupa tabung-tabung kecil yang jumlahnya sekitar 30.000 buah untuk satu paru-paru. Bronchioles ini akan membawa oksigen lebih jauh ke dalam paru-paru.
Alveoli merupakan ujung dari bronchioles yang jumlahnya sekitar 600 juta pada paru-paru manusia dewasa. Pada aveoli ini oksigen akan didifusi menjadi karbondioksida yang diambil dari dalam darah.

Jika dibentangkan luas permukaannya ± 90 m2. Banyaknya gelembung paru-paru ini Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli). Gelembung alveoli ini terdiri dari

Apeks Pulmo          

Berbentuk bundar menonjol ke arah dasar yang melebar melewati apartura torasis superior 2,5-4 cm di atas ujung iga pertama.

Basis Pulmo

Pada paru-paru kanan, bagian yang berada di atas permukaan cembung diafragma akan lebih menonjol ke atas daripada paru-paru bagian kiri, maka basis paru kanan lebih kontak dari pada paru-paru kiri.

Insisura atau Pulmo

Dengan adanya fisura atau takik yang ada pada umumnya, paru-paru dapat dibagi menjadi beberapa lobus. Letak insisura dan lobus dapat digunakan untuk menentukan diagnosis.

Pada paru-paru kiri terdapat insisura yaitu insisura obligus. Insisura ini membagi paru-paru kiri atas menjadi dua lobus yaitu:

  1. 1.    Lobus superior adalah bagian paru-paru yang terletak di atas dan sebagian di depan insisura.
  2. 2.    Lobus inferior adalah bagian paru-paru yang terletak di belakang dan di bawah insisura.

Paru-paru kanan memeliki dua insisura yaitu insisura obligue dan insisura interlobularies sekunder.

  1. Insisura obligue (interlobularies primer): mulai daerah atas dan ke belakang sampai ke hilus setinggi vertebrata torakalis ke-4 terus ke bawah dan ke depan searah dengan iga ke-6 sampai linie aksilaris media ke ruang interkostal ke-6 memotong margo inferior setinggi artikulasi iga ke-6 dan kembali ke hilus.
  2. Insisura interlobularies sekunder: mulai insisura obligue pada aksilaris media berjalan horizontal memotong margo anterior pada artikulasio kosta kondralis keenam terus ke hilus. Insisura obligue memisahkan lobus inferior dari lobus medius dan lobus posterior. Insisura horizontal memisahkan lobus medius dari lobus superior.

 

 

 

Radiks Pulmonalis

Susunan dalam jaringan penyambung media spenalis dikelilingi oleh garis peralihan pleura, susunan alat utama bronkus, arteri pulmonalis, dan vena pulmonalis segmen pulmonari.

Dari bronkus lobaris radiks pulmonari bercabang menjadi bronkus segmentorum. Segmen bronkus pulmonari adalah daerah yang diurus oleh cabang-cabang bronkus segmentorum, dan mendapat darah dari arteri yang berjalan bersama bronkus segmentorum yang berdekatan, sedangkan darah vena diatur oleh vena-vena yang terletak intersegmental.

Segmen Paru-Paru Kanan

  1. Lobus superior
    1. Segmen apikal
    2. Segmen superior
    3. Segmen anterior
    4. Lobus medius
      1. Segmen lateral
      2. Segmen medial
      3. Lobus inferior
        1. Segmen superior
        2. Semen mediobasal
        3. Segmen aterobasal
        4. Segmen laterobasal
        5. Segmen posteriobasal

Segmen Paru-Paru Kiri

 

  1. Lobus superior
    1. Segmen apikoposterior
    2. Segmen anterior
    3. Segmen superior
    4. Segmen inferior

 

  1. Lobus inferior
    1. Segmen superior
    2. Segmen ateriomediobasal
    3. Segmen lateralbasal
    4. Segmen laterobasal


 

Pleura

Pleura adalah suatu membran serosa yang halus membentuk suatu kantong tempat paru-paru berada yang berjumlah dua buah yaitu kiri dan kanan, serta saling berhubungan.

Pleura mempunyai dua lapisan yaitu permukaan parietalis dan permukaan viseralis.

  1. Lapisan permukaan disebut pleura parietalis yang langsung berhubungan dengan paru-paru serta memasuki fisura paru-paru dan memisahkan lobu-lobus dari paru-paru.
  2. Lapisan dalam disebut pleura viseralis. Lapisa ini berhubungan dengan fasia endotoraskia dan merupakan permukaan dalam dari dinding toraks. Sesuai dengan letaknya pleura parietalis yang langsung memeliki empat bagian sebagai berikut.
    1. Pleura kostalis: menghadap ke permukaan lengkun kosta dan otot-otot yang terdapt diantaranya. Bagian depan dari pleura kostalis mencapai sternum, sedangkan bagian belakangnya melewati iga-iga di samping vertebrata. Bagian ini merupakan bagian yang paling tebal dan yang paling kuat dalam dinding toraks.
    2. Pleura servikalis: bagian pleura yang melewati apartura torasis superior, memiliki dasar lebar, berbentuk seperti kubah, dan diperkuat oleh membran suprapleura.
    3. Pleura diafragmatika: bagian pleura yang berada di atas diafragma.
    4. Diafragma mediastinalis: bagian pleura yang menutup permukaan lateral mediastinum serta susunan yang terletak di dalamnya.

Sinus pleura                                                                      

Tidak seluruh kantong yang dibentuk oleh lapisan pleura diisi secara sempurna oleh paru-paru baik k earah bawah maupun ke arah depan. Kavum pleura hanya dibentuk oleh lapisan pleura parietalis, rongga ini disebut sinus pleura (recessus pleura). Pada waktiu inspirasi, bagian paru-paru akan memasuki sinus dan pada waktu ekspirasi akan ditarik kembali dari rongga tersebut.

Sinus pleura terdiri atas dua bagian yaitu yaitu sinus kostomediastinalis dan sinus frenikokostalis.

  1. sinus kostomediastinalis: terbentuk pada pertemuan pleura mediastinalis dengan pleura kostalis. Pada waktu inspirasi sinus ini hampir semua terisi oleh paru-paru.
  2. Sinus frenikokostalis: terbentuk pada pertemuan pleura diafragmatika denga pleura kostalis. Pada inspirasi yang sangat dalam bagian ini belum dapat diisi oleh pengembangan paru-paru.

Ligamentum Pulmonale

Radiks pulmonalis bagian depan, atas dan belakang ditutupi oleh pertemuan pleura parietalis dan pleura viseralis. Bagian bawah radiks yang berasal dari depan dan belakang bergabung membentuk lipatan yang disebut ligamentum pulmontale. Ligamentum ini terdapat di antara bagian bawah fasies mediastinalis dan perikardium, kemudian berakhir pada tepi yang bulat.

Pembuluh Limfe

Di dalam paru-paru terdapt dua pasang pembuluh limfe yang saling berhubungan. Bagian superfisial pembuluh limfe yang terletak dalam pleura ini berkurang relatif besar dan membatasi lobus di permukaan paru. Pembuluh limfe tanpak hitam karena penghisapan zat karbon khususnya pada individu yang tinggal di perkotaan.

Pembuluh limfe yang lebih kecil membentuk jala-jala halus pada tepi lobulus. Pembuluh superfisial ini mengalir sepanjang tepi paru-paru menuju ke hilus. Bagian profunda atau pulmonal berjalan bersama ke bronkus sedangkan arteri pulmonalis dan bronki meluas hanya sampai ke duktus alviolaris bagian tepi. Semua mengalir ke bagian pusat hilus dan bertemu dengan pembuluh limfe eferen superfisial. Nodus limfatikus banyak dijumpai di bagian hilus.

Persarafan

Dalam jaringan paru-paru serat-serat saraf kecil terutama di daerah hilus yang berkaitan dengan bronkus serta pembuluh besar. Serat-serat saraf yang berhubungan dengan percabangan bronkial membentuk pleksus pulmonalis yang tersusun dari dari cabang vagus (bronku konstruktor) dan cabang dari ganglia simpatis berjalan bersama dengan pembuluh pulmonalis dan sekelompok kecil sel saraf yang terdapat pada dinding pronkial.  

Organ yang terletak di bawah tulang rusuk ini memang mempunyai tugas yang berat, belum lagi semakin tercemarnya udara yang kita hirup serta berbagai bibit penyakit yang berkeliaran di udara. Ini semua dapat menimbulkan berbagai penyakit paru-paru.

Gejala seperti batuk-batuk, sesak napas, atau sakit di daerah dada mungkin saja menunjukkan bahwa ada yang tidak beres dengan paru-paru Anda. Dengan mendeteksinya lebih cepat, ini akan membantu agar penyakit ini tidak semakin lama dan bertambah parah. Informasi berikut tentang macam-macam masalah pada paru-paru beserta pencegahan dan solusinya, semoga dapat membantu untuk mendeteksi kesehatan paru-paru Anda.

Berikut beberapa penyakit yang berhubungan dengan paru-paru antara lain :

  • Tuberculosis(tbc)
  • Asma
  • Bromkitis
  • Pleumonia
  • Emfisema
  • Kanker paru-paru

 

  • Toberculosis

–          Penyebab: Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk.

–          Gejala: Batuk berdahak lebih dari tiga minggu. Dapat juga disertai batuk yang mengeluarkan darah. Penderita akan mengalami demam khususnya pada siang atau sore, berkeringat pada malam hari. Nafsu makan menurun sehingga mengakibatkan badan menjadi kurus.

–          Pencegahan dan solusi: Bila ada teman, tetangga atau anggota keluarga yang mengalami gejala tersebut, ada baiknya Anda menyarankan untuk memeriksakan ke dokter untuk mengetahui apakah batuknya merupakan penyakit TBC atau tidak. Karena kadangkala penyakit batuk sering dianggap sepele, padahal penyakit ini dapat membunuh seseorang bila tidak segera ditangani dan dapat menular kepada orang lain.

–          Pengobatan: Pengobatan untuk TBC bila sudah diketahui sejak dini sebenarnya tidak terlalu mahal dan mudah untuk disembuhkan karena sudah ada obat yang disediakan pemerintah. Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga dikarantina di tempat khusus agar tidak menularkan penyakitnya.
Penyakit ini juga sebenarnya merupakan salah satu penyakit yang sudah ditaklukan, tetapi belakangan kembali menyerang. Salah satunya adalah karena penderita tuberkulosis ini tidak menghabiskan obat mereka. Obat harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan untuk menyembuhkan penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan penderita tidak dapat sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman karena kuman menjadi kebal.

  • Asma

–          Penyebab: Penyebab asma adalah penyempitan sementara pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penderitanya merasakan sesak napas. Penyempitan terjadi pada pembuluh tenggorokan. Faktor keturunan sangat berperan pada penyakit ini, bila ada orangtua atau kakek nenek yang menderita penyakit ini dapat menurun kepada anak atau cucunya.
Alergi terhadap sesuatu seperti debu, perubahan suhu, kelembaban, gerak badan yang berlebihan atau ketegangan emosi dapat meyebabkan alergi sehingga selaput yang melapisi pembuluh akan membengkak dan mengeluarkan lendir yang berlebihan sehingga pembuluh menjadi sempit dan penderita sulit bernapas. Walau serangan sesak napas dapat hilang sendiri, tetapi serangan berat bila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian karena penderita tidak dapat bernapas.

–          Gejala: Sesak napas disertai suara mengi (wheezing) Pencegahan dan solusi: Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi pada penderita sehingga terjadi serangan asma. Misalnya dengan membersihkan debu pada kasur, bantal atau selimut. Hindari suhu dan kelembaban yang ekstrim, binatang piaran atau makanan yang dapat menimbulkan alergi.

–          Pengobatan: Untuk mengatasi serangan asma adalah dengan menggunakan obat pelega (bronchodilator) dengan cara dihirup. Cara lainnya adalah dengan melakukan terapi yang akan mengajarkan bagaimana caranya rileks dan mengatur napas apabila terjadi serangan asma. Bila penyakit asma sudah berat, dapat menggunakan obat pelega setiap hari sampai serangan asma dapat dikontrol. Maka, dianjurkan bagi penderitanya untuk selalu membawa obat pelega ke manapun dia pergi agar dapat segera digunakan apabila terjadi serangan.

  • Bronkitis

–          Penyebab: Penyakit bronkitis karena peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.

–          Gejala: Batuk disertai demam atau dahak berwarna kuning bila disebabkan oleh infeksi kuman. Sedangkan bila bersifat kronik, batuk berdahak serta sesak napas selama beberapa bulan sampai beberapa tahun.

–          Pencegahan dan solusi: Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu pencegahan yang dapat dilakukan. Sedangkan untuk mencegah bronkitis kronik adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok juga menghindari asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif yang sangat berbahaya.

–          Pengobatan: Untuk pengobatan bila disebabkan oleh bakteri atau kuman dapat diatasi dengan meminum antibiotik sesuai anjuran dokter. Bila disebabkan oleh virus, biasanya digunakan obat-obatan untuk meringankan gejala.

  • Pneumonia

–          Penyebab: Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru (parenkim) yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Umumnya disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus) dan bakteri Mycoplasma pneumoniae.

–          Gejala: Batuk berdahak dengan dahak kental dan berwarna kuning, sakit pada dada, dan sesak napas juga disertai demam tinggi.

–          Pencegahan dan solusi: Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh. Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan bergizi atau berolahraga secara teratur.

–          Pengobatan: Apabila telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum antibiotik.

  • Emfisema

–          Penyebab: Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.

–          Gejala: Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas. Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.

–          Pencegahan dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.

  • Kanker Paru-Paru

–          Penyebab: Kanker telah menjadi penyakit yang mematikan, bahkan kanker paru-paru merupakan pembunuh pertama dibandingkan kanker lainnya. Sel tumor atau kanker yang tumbuh di paru-paru dialami oleh penderita kanker paru-paru. Kanker dapat tumbuh di jaringan ini dan dapat menyebar ke bagian lain.Penyebab utamanya adalah asap rokok yang mengandung banyak zat beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan mutasi pada sel saluran napas dan menyebabkan terjadinya sel kanker.Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan.

–          Gejala: Batuk, sakit pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan berat badan menurun. Tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya baru terlihat apabila kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar.

–          Pencegahan dan solusi: Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak mengkonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel kanker.

Karena penyakit pada paru-paru terutama disebabkan oleh asap rokok, maka Anda sebaiknya segera menghentikan kebiasaan ini dan jangan mencoba untuk memulainya bagi Anda yang belm pernah merokok. Hindari juga untuk menjadi perokok pasif yang bahkan lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Sayangi paru-paru, hindari penyakit paru-paru, dan Anda dapat bernapas dengan lebih lega

Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir.

Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura.

Fungsi Paru-Paru
Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Menyebutkan faktor-faktor yang menentukan ventilasi alveolar.

Menyebutkan difinis kapasitas difusi,serta menbandinkan difusi O2 dan CO2 dalam paru-paru.

Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung.

CARA  MENGATASI KELAINAN PADA PARU-PARU
Upaya menghindari dan mengatasi kelainan-kelainan pada paru-paru adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, diantaranya:

1. Mengatur pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi secara teratur

2. Berolah raga dengan teratur

3. Istirahat minimal 6 jam per hari

4. Mengindari konsumsi rokok, minum minuman beralkohol dan narkoba

5. Hindari Stress

Mengenal Penyakit Paru Paru Basah

Paru paru basah sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis, istilah ini hanya familiar bagi masyarakat awam. Istilah paru paru basah dalam bahasa medis disebut pneumonia, yaitu infeksi satu atau kedua paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Sebelum penemuan antibiotik, sepertiga dari semua orang yang mengembangkan paru-paru basah kemudian meninggal dari infeksi. Saat ini, Meskipun sebagian besar orang-orang yang terinfeksi penyakit paru paru basah sembuh, kira-kira 5% diantaranya memiliki prognosis buruk yang dapat berujung pada kematian.

 Beberapa kasus paru paru basah terjadi oleh karena menghirup tetesan kecil yang mengandung organisme yang dapat menyebabkan pneumonia. Tetesan ini masuk ke udara ketika seseorang terinfeksi dengan kuman melalui batuk atau bersin. Dalam kasus lain, disebabkan ketika bakteri atau virus yang biasanya hadir di mulut, tenggorokan, atau hidung tanpa sengaja memasuki paru. Biasanya, respon refleks tubuh dan sistem kekebalan tubuh mereka akan mencegah organisme disedot dari organisme penyebab paru-paru basah

Setelah organisme memasuki paru paru, mereka biasanya menetap di kantung udara dan bagian-bagian dari paru-paru di mana mereka berkembang pesat jumlahnya. Pada daerah ini paru paru kemudian menjadi terisi dengan cairan dan nanah (sel-sel inflamasi tubuh) karena tubuh berusaha untuk melawan infeksi.

Apa Gejala dan Tanda Paru-Paru Basah?

Kebanyakan orang yang mengalami gejala paru paru basah yang membuat mereka pilek yang kemudian diikuti dengan demam tinggi, menggigil, dan batuk dengan produksi dahak. Dahak biasanya berubah warna dan kadang-kadang berdarah. Ketika infeksi mengendap di saluran udara, batuk dan dahak cenderung mendominasi gejala. Dalam beberapa kasus paru paru basah, jaringan spons dari paru-paru yang mengandung kantung udara lebih terlibat. Dalam hal ini, oksigenasi dari darah dapat terganggu, yang menyebabkan paru-paru menjadi kaku sehingga menyebabkan sesak napas. Hal ini dapat menyebabkan penderita berubah warna kulitnya menjadi kehitaman atau keunguan (kondisi yang dikenal sebagai “sianosis”) karena darah mereka yang kurang oksigen.

Nyeri dada pada penyakit paru-paru basah mungkin berkembang jika aspek-aspek luar dari paru-paru dekat dengan pleura (rongga pada paru-paru). Nyeri ini biasanya tajam dan memburuk ketika mengambil napas dalam-dalam dan dikenal sebagai nyeri pleuritik atau pleuritis. Dalam kasus lain, gejala paru-paru basah tergantung pada organisme kausatif, ada yang dapat menjadikan onset gejala lambat dan lain sebagainya.

Bronchitis (Paru-paru Basah) & Bronchiolitis

 

Bronchitis akut – atau yang dikenal juga dengan Paru-paru Basah – merupakan gangguan kesehatan yang terjadi ketika saluran bronchial dalam paru-paru terendam dengan air. Saluran bronchial ini kemudian akan membengkak dan memproduksi lendir, yang menyebabkan timbulnya batuk-batuk.

Penyakit ini sering timbul setelah adanya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), seperti pilek. Sebagian besar gejala bronchitis akut seperti sakit di dada, sesak napas, dll biasanya bertahan hingga 2 minggu, namun batuknya bisa terus bertahan hingga 8 minggu pada kasus tertentu.Bronchitis kronis bisa berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dan biasanya menyerang para perokok. Orang yang menderita bronchitis biasanya akan terus batuk berdahak selama 3 bulan tiap tahunnya, selama 2 tahun berturut-turut. Jika Anda atau keluarga Anda pernah didiagnosa dengan penyakit ini, maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis untuk diperiksa lebih lanjut.

Jenis infeksi paru-paru lainnya yang harus diketahui oleh para prang tua adalah Bronchiolitis. Bayi bisa diserang penyakit bronchiolitis (infeksi yang disebabkan oleh virus) yang bisa menghalangi saluran pernapasannya sehingga perlu dirawat.

Penyebab Bronchitis

  1. Beberapa jenis virus, diantaranya: Respiratory Syncytial Virus (RSV), Adenovirus, Influenza dan Parainfluenza
  2. Bakteri, pada kasus yang jarang ditemui
  3. Polutan (bahan kimia yang terkandung dalam udara)

Tanda-tanda dan Gejala Bronchitis

  1. Batuk berdahak (pada hari-hari pertama mungkin batuk kering)
  2. Rasa sakit di dada
  3. Rasa lelah
  4. Sakit kepala ringan
  5. Sakit-sakit pada badan
  6. Demam
  7. Mata berair
  8. Sakit tenggorokan

Periksakan ke Dokter jika Anak Anda Memiliki:

  1. Panas tinggi
  2. Demam dan batuk dengan dahak yang sangat kental atau bahkan mengandung darah
  3. Masalah kronis pada jantung atau paru-parunya
  4. Sesak napas, atau napasnya pendek-pendek
  5. Gejala-gejala bronchitis di atas lebih dari 3 minggu
  6. Selalu terjangkit bronchitis/bronchiolitis

Jika Anda memiliki bayi yang kurang dari 3 bulan dan terkenan demam, sangatlah bijaksana untuk memeriksakannya ke dokter.

Nantinya dokter Andalah yang akan menentukan apakah si kecil terkena bronchitis akut, kronis, bronchiolitis, atau mungkin infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) lainnya. Setelah itulah perawatan yang tepat akan dapat ditentukan.

Kapan Antibiotik Diperlukan?

Untuk kasus bronchitis, antibiotik akan sangat jarang diperlukan, karena bronchitis akut dan bronchiolitis hampir selalu disebabkan oleh virus. Adapun bronchitis kronis memerlukan terapi yang lebih intensif daripada sekedar konsumsi antibiotik.

Walaupun demikian, jika anak Anda didiagnosa dengan penyakit ISPA lainnya seperti Pneumonia atau Pertussis, mungkin dokter Anda akan merespkan antibiotik.

Antibiotik tidak akan membantu untuk bronchitis yang disebabkan oleh virus atau polusi udara (seperti asap rokok). Ingat, meminum antibiotik ketika tidak diperlukan justru akan sangat berbahaya bagi kesehatan Anda dan keluarga.

Bagaimana Mencegah Bronchitis Akut?

  1. Hindari merokok, terutama berbagi sebatang rokok dengan banyak orang
  2. Jaga higienitas tangan
  3. Imunisasi

Bronchiolitis

Bronchiolitis biasanya menyerang anak dibawah usia 2 tahun, terutama bayi berusia 3-6 bulan. Penyebab utamanya adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV) dan terkadang bisa juga disebabkan oleh virus seperti Adenovirus, Influenza dan Parainfluenza.

Virus ini bisa berpindah dari satu orang ke orang lain, baik melalui kontak langsung dengan cairan hidung, maupun melalui udara yang terpolusi. Walaupun RSV hanya akan menimbulkan gangguan ringan pada orang dewasa, namun tidak demikian pada bayi lho!

Resiko terkena bronchiolitis akan meningkat jika terdapat faktor-faktor berikut pada bayi:

  1. Sering berada di sekitar perokok
  2. Usia bayi kurang dari 6 bulan
  3. Hidup di lingkungan yang padat penduduk
  4. Kurang konsumsi ASI
  5. Lahir prematur

Gejala Bronchiolitis

  1. Biasanya dimulai dengan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) ringan
  2. Dalam 2-3 hari bisa semakin parah yang disertai batuk berdesis
  3. Napas bayi tersengal-sengal
  4. Bayi terlihat panik dan gelisah
  5. Pada kasus yang parah, bayi akan membiru dan ini merupakan situasi yang gawat
  6. Cuping hidung bayi akan terlihat membesar setiap kali menarik napas
  7. Otot-otot antara tulang rusuk akan tertarik setiap kali menarik napas

Terapi yang Dapat Membantu

  1. Menepuk-nepuk dada bayi
  2. Konsumsi cairan yang cukup, selain ASI, untuk bayi diatas 6 bulan Anda bisa memberikan air jeruk hangat atau jus apel hangat
  3. Menghisap uap air bisa membantu mencairkan dahak kental yang bisa menyebabkan bayi Anda tersedak. Anda bisa menggunakan alat semacam Humidifier untuk ini
  4. Banyak beristirahat
  5. Jangan biarkan orang merokok di dekat bayi Anda

Biasanya gejala ini akan berkurang dalam waktu 1 minggu dan kesulitan bernapas akan berkurang dalam waktu 3 hari. Angka kematian bayi akibat penyakit ini tidak sampai 1 %.

Hubungi tenaga medis jika bayi yang terkena bronchiolitis:

  1. Menjadi lesu
  2. Kulit, kuku, atau bibirnya membiru
  3. Bernapas dengan napas yang sering dan pendek
  4. Terkena pilek yang memburuk tiba-tiba
  5. Kesulitan bernapas
  6. Cuping hidung membesar dan otot rusuknya tertarik setiap bernapas.

 Pekerjaan Paling Berbahaya untuk Paru-Paru Manusia

      Hampir 23.000 pekerja mengidap penyakit yang berhubungan dengan paru-paru di tahun 2008, seperti yang diperkirakan oleh Departemen Tenaga Kerja di Amerika Serikat. Kronisnya, lebih dari 16.000 orang meninggal dari penyakit tersebut setiap tahunnya, seperti yang dikutip dari Health. Tapi sebagian besar jenis penyakit paru-paru dari tempat kerja dapat dicegah, ujar Philip Harber, MD, Profesor sekliagus Kepala Divisi Kerja dan Pengobatan Lingkungan di UCLA. “Langkah-langkah pengendalian yang sederhana tapi nyata dapat mengurangi paparan penyakit dan risikonya,” katanya.

Berikut 10 profesi yang dapat berisiko bagi kesehatan            paru-paru.

 Konstruksi
     Pekerja yang menghirup debu di pembongkaran atau renovasi berisiko tinggi terkena kanker paru-paru, mesothelioma, dan Asbestosis; penyakit yang menyebabkan jaringan parut dan kekakuan paru-paru. “Kami mengkhawatirkan pekerja yang sudah bekerja sejak 20 sampai 30 tahun yang lalu,” kata Dr Harber. Masa itu adalah ketika banyak produk yang mengandung asbes tidak dilarang. Memakai pakaian pelindung, termasuk respirator, ketika bekerja di sekitar bangunan tua dan menghindari merokok dapat membantu mencegah penyakit            serius.
Pabrik Makanan
     Pekerja pabrik makanan dapat terkena debu, bahan kimia, gas, dan mendekatkan mereka pada risiko penyakit CPOD (Chronic Obstructive Pulmonary disease) atau sesak napas berkepanjangan. Pada tanaman pangan, zat diacetyl, yakni bahan penyedap yang digunakan dalam popcorn, beberapa anggur, dan makanan siap saji, dapat menyebabkan penyakit yang merusak dan kadang-kadang mematikan yang disebut bronchiolitis obliterans.
Kesehatan
    Diperkirakan 8% sampai 12 petugas kesehatan sensitif terhadap residu mesiu yang ditemukan dalam sarung tangan lateks, yang dapat menyebabkan reaksi asma parah. “Bahkan ketika digunakan di ruangan yang sama, sedikit dari lateks terpapar di udara dan orang-orang menjadi alergi karenanya,” kata Dr Harber..

 

Tekstil

Byssinosis, juga disebut penyakit paru-paru coklat, umum didapat di antara pekerja tekstil yang membuat jok, handuk, kaus kaki, seprei, dan pakaian. Pekerja bisa menghirup partikel dilepaskan dari katun atau bahan lainnya. “Ketika kapas pecah, ia menyebar sejumlah besar debu dan dapat menyebabkan gangguan udara yang signifikan,” kata Dr Harber. Merokok akan meningkatkan risiko penyakit tersebut, jadi kurangi merokok, pakailah masker dan tingkatkan ventilasi di lingkungan kerja.
Bartender
Membuat minuman di sebuah ruangan penuh asap rokok, membuat seorang bartender berisiko tinggi terkena penyakit paru-paru, terutama jika mereka secara teratur menjadi perokok pasif selama bertahun-tahun. Saat ini, banyak negara melarang merokok di restoran dan bar. Menurut Dr Harber, studi menunjukkan bahwa kesehatan pernapasan antara bartender di kota-kota dengan larangan merokok telah secara dramatis meningkat. Jika Anda bekerja di sebuah kota yang masih memungkinkan merokok di bar, sistem ventilasi yang baik mungkin dapat membantu.

Pabrik Roti dan Kue

Pembakaran roti atau kue mempercepat risiko asma, yang diperkirakan 15% kasus asma didapat pada orang dewasa dari pekerjaan ini. “Pekerja yang terkena debu tepung berisiko tinggi sensitif dan kemudian alergi,” kata Dr Harber. Sebuah reaksi asma dari enzim yang digunakan untuk mengubah adonan, serta alergi gudang penuh serangga kecil seperti kumbang dan ngengat adalah pemicunya. Ventilasi yang baik dan penggunaan masker pelindung dapat membantu mencegah penyakit di pabrik roti maupun kue.
Industri Otomotif

Asma adalah risiko bagi mereka yang melakukan pengecatan mobil. Produk isosianat dan poliuretan, dapat mengiritasi kulit, membuat alergi, dan menyebabkan sesak di dada serta mengalami kesulitan bernapas yang parah. “Jumlah kecil isosianat dapat memicu serangan asma setelah Anda terbiasa menghirupnya,” kata Dr Harber. Cara mencegahnya? Respirator, sarung tangan, kacamata, dan ventilasi yang baik dapat membantu.

 

 

 

Transportasi

Pengemudi truk barang, atau mereka yang membongkar muat barang dagangan di dok, hingga masinis kereta api berisiko terkena CPOD. Knalpot diesel adalah faktor terbesarnya. Sebuah studi di tahun 2004 menemukan hubungan antara tingginya angka kematian akibat kanker paru-paru di kalangan pekerja kereta api di Amerika Serikat setelah industri tersebut beralih dari penggunaan batubara ke mesin diesel pada tahun 1950-an. Hindari paparan langsung udara yang terkena mesin knalpot diesel dan pakai masker pelindung untuk membantu mengurangi risiko penyakit paru-paru.

Pertambangan
Penambang berada pada risiko tinggi untuk sejumlah penyakit paru-paru, termasuk CPOD, akibat paparan debu, ujar Dr Harber kata. Silika udara, juga dikenal sebagai kuarsa, dapat menyebabkan silikosis, penyakit yang bekas luka paru-paru. Penambang batubara juga berisiko terkena jenis lain penyakit jaringan parut paru-paru yang disebut pneumokoniosis (paru-paru hitam). Paparan debu batubara bertahun-tahun adalah sumbernya. Tidak merokok dan menggunakan masker debu dapat membantu.

Pemadam Kebakaran
Pemadam kebakaran biasa menghirup asap dan berbagai bahan kimia yang mungkin ada dalam gedung yang terbakar. Meskipun peralatan pernapasan yang baik dapat melindungi. Mereka tidak selalu memakainya saat bertugas dalam keadaan darurat, terutama saat petugas melalui puing-puing untuk memastikan bahwa api tidak menyala kembali. Paparan bahan beracun dan asbes adalah risiko terbesar. Solusinya, Asosiasi Internasional Pemadam Kebakaran merekomendasikan memakai alat pelindung pernapasan pada semua tahap pemadaman kebakaran.

 

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: